Selasa, 24 April 2012

Lebih Nyaman Wisata Dengan Paket Tour Muslim

tour wisata muslim Beijing
Ironis, jika selama ini banyak paket tour wisata muslim muslim justru digarap oleh travel agent non-Muslim. Terlebih, pihak agen tidak memperhatikan hak dan kewajiban wisatawan muslim ketika harus menjalankan shalat dan menyantap makanan halal. Akibatnya, diantara mereka merasa tidak nyaman dengan perjalanannya wisatanya.

Wisata muslim harus dikembalikan pada makna yang sebenarnya. Bukan sekedar berwisata, tapi menggali hikmah dari sebuah perjalanan. Kendati berwisata ke Eropa, misalnya, pihak travel agent bisa saja mengembangkan program mengunjungi sebuah komunitas muslim setempat. Ini belum banyak dikembangkan.Terpenting, ada nuansa Islaminya, bagaimana shalat ditengah perjalanan, dan makanan halal yang disajikan...

Tujuan wisata tour muslim yang populer saat ini adalah China, hongkong, Eropa, Jepang, Turki, Thailand dan Australia.

Insya Allah kini Cheria Travel Menjembatani kebutuhan ini untuk keluarga Anda semua, berikut 10 hal yang sering ditanyakan tentang tour muslim

Minggu, 22 April 2012

Daftar Haji Dengan Antrian Panjang, Tak Perlu Tegang

Hingga tanggal 12 Maret 2012, Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama (Kemenag) mencatat panjang antrean calon jamaah haji (CJH) mencapai 1.758.319 orang. Dari jumlah tersebut, 271.117 orang atau sekitar 15 persen diantaranya masuk daftar resiko tinggi (resti) karena berumur lebih dari 60 tahun. Demikian data yang diberikan dalam website yogyakarta.kemenag.go.id.

Tak perlu panik dan tegang

Cemas bila umur tak sampai hingga sempat menunaikan ibadah haji sangatlah wajar. Terlebih bagi mereka yang telah memiliki kemampuan baik fisik maupun finansial di masa lampau, tetapi baru terbetik keinginan untuk berhaji saat sudah senja.

Dalam buku berjudul Tip dan Trik Ibadah Haji dan Umrah tercantum sebuah hadits qudsi yang berbunyi,

“Sesungguhnya Allah berfirman: ‘Sesungguhnya seorang hamba yang telah Ku-sehatkan jasadnya dan Ku-lapangkan penghidupannya, telah berlalu lima tahun atasnya, dia tidak datang kepada-Ku, benar-benar dia seorang yang diharamkan (dihalangi dari kebaikan-ed.) (HR. Ibnu Hibban)

Memang, pelaksanaan ibadah haji tak lepas dari prosedur teknis. Jika kita ingin berangkat tahun ini tidak serta-merta bisa terlaksana, tergantung dari kuota yang tersedia dan nomor antriannya. Berbeda dengan ibadah lain yang bisa kita lakukan saat kita menginginkannya, seperti shalat, puasa, membaca al-Quran, zakat, dll. Pada haji, ibadah kita dibatasi faktor lain, tidak semata-mata personal.

Sungguh, saya baru menyadari, saya khilaf telah mengabaikan waktu dan mengulur-ulur ibadah haji. Lalu saya harus bagaimana?

Ya, bisa jadi itu yang kita rasakan saat ini. Menyesal atas perlakuan kita yang mengabaikan undangan prestisius dari Allah swt ini, padahal saat itu kita mampu melaksanakannya. Lalu, bagaimana selanjutnya kita bersikap?

Dari Anas r.a, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Allah berfirman, ‘Wahai anak Adam! Sesungguhnya engkau selama berdoa dan berharap kepada-Ku, maka aku pasti akan memberikan ampunan kepadamu atas segala dosa-dosamu dan Aku tidak akan peduli. Wahai anak Adam! Andaikata dosa-dosamu sampai ke langit kemudian engkau memohon ampunan kepada-Ku, maka pasti Aku akan memberikan ampunan kepadamu. Wahai anak Adam! Jika engkau datang kepada-Ku dengan membawa kesalahan sepenuh bumi, kemudian engkau dertemu dengan-Ku, tapi engkau tidak menyekutukan-Ku sedikit pun, maka pasti Aku akan datang kepadamu dengan membawa ampunan sepenuh bumi’.” (HR. At-Tirmidzi)

Memang, manusia tidak pernah luput dari khilaf dan kesalahan. Nah, bagaimana selanjutnya dengan masalah antrian haji yang begitu panjang tersebut? Bahkan di beberapa daerah antriannya sudah mencapai 8 tahun berikutnya. Mendaftar tahun 2012, berangkat tahun 2020! Apa yang perlu dilakukan?

Hal yang perlu dilakukan

Berapa pun nomor antrian yang diperoleh calon jamaah haji saat ini, tak perlu cemas. Ya, tak perlu cemas meskipun umur yang dikandung badan sudah semakin senja. Jika Allah swt berkehendak memuluskan jalan seseorang untuk mendekatkan diri kepada-Nya, segala sesuatunya pasti akan dipermudah. Hal yang penting dalam menyikapi hal ini adalah kuatnya keinginan untuk berhaji disertai ikhtiar selanjutnya untuk mewujudkan niat tersebut. Dalam sebuah hadits qudsi disebutkan,

"Jikalau seorang hamba itu mendekat pada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat padanya sehasta dan jikalau ia mendekal pada-Ku sehasta, maka Aku mendekat padanya sedepa. Jikalau hamba itu mendatangi Aku dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan bergegas-gegas." (Riwayat Bukhari)

Tak sedikit kisah seseorang yang naik hajinya dipercepat dari nomor antriannya. Setidaknya terdapat beberapa faktor yang memungkinkan kondisi ini.

1. Adanya penambahan kuota haji, sehingga lebih banyak calon jamaah haji yang diberangkatkan. Nomor antrian pun untuk tahun selanjutnya menjadi maju.

2. Kebijakan pemerintah untuk mendahulukan calon jamaah haji yang sudah lanjut usia.

3. Adanya calon jamaah haji yang sakit atau tidak sanggup melunasi BPIH/ONH sehingga keberangkatannya ditunda. Posisi jamaah tersebut akan diganti dengan jamaah haji di belakangnya yang lebih siap dari sisi fisik dan biayanya.

Dengan adanya faktor tersebut, terdapat peluang agar kita bisa naik haji lebih cepat. Permasalahannya, sudahkah kita persiapkan diri untuk menyambut peluang tersebut? Nah, berikut beberapa persiapan yang harus dilakukan untuk menyambut peluang tersebut.

1. Menguasai manasik (tata cara) haji, dengan begitu kita sudah siap jika sewaktu-waktu mendapat peluang berangkat lebih cepat.

2. Mendaftarkan diri ke kantor agama setempat dan selanjutnya berusaha terus untuk menyiapkan pembayaran sisanya.

3. Menjalin silaturahmi dengan petugas haji, dengan begitu petugas haji punya pandangan alternatif siapa yang bisa ditawarkan sebagai pengganti jamaah yang batal berangkat ke tanah suci.

Setelah menyiapkan ketiga hal di atas, langkah berikutnya yang sangat penting untuk menunjang kesuksesan rencana kita yaitu berdoa kepada Allah swt agar diberikan kesempatan menunaikan ibadah haji. Di samping itu, perlebar terbukanya celah peluang naik haji lebih cepat dengan sedekah. Wallahu a’lam. (RA)

Senin, 16 April 2012

Ziarah ke Sumber Mata Air Zam-Zam

air zamzam


Ziarah ke Sumber Mata Air Istimewa

Sumur zam-zam terletak 40 hasta di sebelah timur Ka’bah. Sumur zam-zam ini juga terletak sejajar dengan Multazam. Bagi para jamaah haji, sumur zam-zam merupakan tempat favorit untuk dikunjungi. Hal ini disebabkan karena air zam-zam yang terpancar dari mata air sumur zam-zam memiliki banyak khasiat.

Sebutan-sebutan untuk air zam-zam

Khasiat dalam air zam-zam ini menyebabkan banyak nama yang disematkan pada air berkah tersebut. Berikut nama-nama dari air zam-zam.

Syabba’ah (yang mengenyangkan) – Hal ini disebabkan air zam-zam bisa membuat kenyang orang yang meminumnya.

Nafi’ah (yang berkhasiat) – Hal ini disebabkan air zam-zam memiliki banyak khasiat yang tak terhingga, termasuk menguatkan hati, menghilangkan rasa takut, dan memadamkan api kesedihan.

Afiyah (yang menyehatkan) – Hal ini disebabkan air zam-zam bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Maymunah (yang mengandung berkah) – Hal ini disebabkan orang yang meminumnya dengan berbagai niat menjadikan niat tersebut terlaksana.

Madhnunah (yang sangat di-inginkan) - Hal ini disebabkan dahulunya suku-suku Arab sangat berkeinginan untuk memilikinya dan tidak ingin membagikannya kepada suku lain.

Kafiyah (yang mencukupi) – Hal ini disebabkan kesegaran air zam-zam membuat orang yang meminumnya tidak membutuhkan air lain.

Mu’dzibah (yang tawar) – Hal ini disebabkan rasa tawar yang dimiliki air zam-zam.

Sifa’ saqam (obat segala penyakit) – Hal ini disebabkan air zam-zam bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Tha’am tha’m (yang mengenyangkan) – Hal ini disebabkan air zam-zam bisa membuat kenyang orang yang meminumnya.

Hazmah Jibril (galian Jibril) – Hal ini disebabkan awal keberadaannya dari malaikat Jibril yang memukul tanah di bawah kaki Ismail dengan tumitnya.



Keutamaan zam-zam

Rasulullah saw bersabda, “ Sebaik-baik air di muka bumi ini ialah air zam-zam.” (HR. Ahmad)

Rasulullah saw bersabda, “Air zam-zam itu berkhasiat sesuai dengan apa yang diniatkan.” (HR. Ibnu Majah dalam Kitab al-Manasik, Jilid II, hal. 1018)

Rasulullah saw bersabda, “Air zam-zam itu berkhasiat sesuai dengan apa yang diniatkan. Jika engkau meminumnya dengan niat meminta kesembuhan maka Allah akan menyembuhkanmu, dan jika engkau meminumnya dengan niat agar dahagamu hilang maka Allah akan menghilangkan dahagamu. Ia adalah galian Jibril dan siraman Allah kepada Ismail.” (HR. Al-Hakim dan ad-Daruquthni)

Rasulullah saw bertanya kepada Abu Dzarr al-Ghifari, “Sejak kapan engkau di sini?” Abu Dzarr menjawab, “Aku di sini semenjak 30 hari yang lalu?” Beliau bertanya, “Lalu siapa yang memberimu makan?” Abu Dzarr menjawab, “Aku tidak memakan apa-apa selain air zam-zam.” Beliau lalu bersabda, “Ia mengandung banyak berkah dan bisa menghilangkan rasa lapar.” (HR. Ahmad)

Hasil penelitian ilmiah tentang air zam-zam

Dalam sebuah seminar yang diadakan di negeri jiran, Malaysia, Masaru Emoto menjelaskan tentang rahasia kekuatan yang dimiliki oleh air. Masaru Emoto adalah seorang doktor dari Universitas Yokohama, Jepang, yang juga penulis buku The True Power of Water yang sangat laris.

Saat itu, Masaru Emoto menampilkan berbagai slide yang menunjukkan foto dari berbagai macam sampel air yang diambil dari berbagai sumber seperti mata air, sumur, telaga, danau, sungai, dan sebagainya. Hingga suatu saat Masaru Emoto bertanya pada para peserta seminar, “Molekul air apakah ini?”

Tampak dalam slide yang ditunjukkan sebuah foto molekul air yang berstruktur sangat indah, teratur, cantik bak berlian yang berkilauan, serta memancarkan lebih dari 12 warna jika dibekukan.

Di kala suasana senyap, seorang peserta menjawab bahwa kemungkinan molekul indah itu adalah molekul air zamzam. Saat ditanyakan alasannya, peserta tersebut menjawab karena air zam-zam merupakan air yang paling mulia di dunia.

Ternyata benar. Hasil penelitian Masaru Emoto terhadap air zamzam menunjukkan bahwa molekul air yang dijadikan sebagai oleh-oleh haji oleh jutaan jamaah haji itu memang paling cantik dan indah di antara air lainnya.

Secara umum, hasil penelitian Dr. Masaru Emoto itu menegaskan bahwa khasiat air mengikuti perlakuan yang diterimanya. Jika diucapkan hal-hal buruk terhadap air maka bentuk molekulnya menjadi rusak dan tak beraturan. Jika dikatakan ucapan yang baik serta doa maka akan terbentuk kristal molekul yang indah dan teratur.

Adab atau etika meminum air zam-zam

Nah, bagi jamaah haji yang sedang berziarah ke sumur zam-zam serta siapa pun yang hendak meminum air zam-zam, terdapat adab yang harus diperhatikan. Dr. Ablah Muhammad al-Kahlawi menuliskan dalam bukunya bahwa terdapat adab yang perlu diperhatikan saat meminum air zam-zam. Menurut Imam al-Fasi, orang yang meminum air zam-zam disunnahkan menghadap kiblat dan menyebut nama Allah swt. Selanjutnya mengambil napas tiga kali dan meminumnya hingga puas. Setelahnya membaca tahmid dan berdoa sebagaimana Ibnu Abbas saat meminumnya, “Ya Allah, berilah aku ilmu yang bermanfaat, rezeki yang melimpah, dan kesehatan dari segala penyakit.” Lalu berdoa dengan apa yang dikehendakinya.

Jangan lupa untuk memperhatikan adab lain dalam hal minum seperti tidak bernapas dalam bejana, minum tidak sambil berdiri, dan memegang gelas dengan tangan kanan. (RA)

Ini Dia! Bocoran Info ONH / BPIH 2012

Akhirnya, ada bocoran informasi besaran BPIH 2012 yang harus ditanggung jamaah calon haji 2012. Meskipun sebelumnya terjadi pembicaraan yang sangat alot antara pihak pemerintah dengan komisi VII DPR. Alotnya pembahasan BPIH ini terjadi karena beberapa faktor, sebagaimana diberitakan dalam sebuah ertikel yang diturunkan oleh JPNN berikut ini.

JAKARTA - Pemerintah dan Komisi VIII DPR sepertinya butuh waktu lama untuk mencapai kesepakan soal penetapan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Kedua pihak masih belum sepakat untuk pos pengeluaran biaya penerbangan dan ongkos sewa pemondokan di Arab Saudi.


Wakil Ketua Komisi VIII Choirun Nisa kemarin (6/4) menuturkan, memang betul sampai saat ini pembahasan BPIH masih alot. Namun, dia mengatakan skema pembahasan BPIH tahun ini lebih bagus ketimbang sebelumnya. "Sebelum-sebelumnya dibahas mendekati musim haji. Tapi tahun ini sudah mulai dibahas sejak awal tahun," ujar dia.

Politisi Partai Golkar itu menuturkan, alotnya pembahasan BPIH dipicu pada dua pos pengeluaran anggaran yang akan ditanggung jamaah. Dua pos itu adalah, pengeluaran ongkos penerbangan dan biaya sewa pemondokan.

Nisa menuturkan, sampai saat ini pemerintah tetap pada pendiriannya menetapkan ongkos penerbangan haji sesar USD 2.200 per jamaah. Sementara pihak DPR meminta biaya penerbangan itu dipangkas.

Menurut Nisa, ongkos penerbangan itu bisa ditekan maksimal USD 2.000 per jamaah. "Tugas pemerintah untuk negosiasi harga penerbangan ini," katanya. Nisa mengatakan, tahun lalu ongkos penerbangan berkisar antara USD 18.500 hingga USD 19.000.

Dia mengatakan, DPR sadar jika harga penerbangan naik karena mengikuti harga avtur. Tetapi, naiknya tidak terlalu signifikan. "Saya rasa masih ada peluang untuk dinego lagi," kata Nisa.

Sementara itu, pos biaya sewa pemondokan yang diajukan pemerintah juga masih bertepuk sebelah tangan. Pihak DPR tidak terima jika pemerntah semena-mena menaikkan anggaran pemondokan sebesar SAR 4.500 per jamaah.

Menurut Nisa, sewa pemondokan tahun ini ditetapkan seperti tahun lalu. Yaitu sebesar SAR 3.850 per jamaah. Setelah disubsidi pemerintah melalui bunga simpanan haji, tahun lalu biaya pemondokan yang ditanggung jamaah sebesar SAR 2.850.

Lilis memperkirakan, jika biaya haji berpatokan pada usulan pemerintah tadi, yaitu penerbangan USD 2.200 dan pemondokan SAR 4.500 per jamaah, maka BPIH tahun ini bisa naik hingga Rp 6 juta per jamaah. Seperti diketahui, tahun lalu rata-rata BPIH sebesar Rp 31 jutaan per jamaah.

Sementara itu, jika pemerintah bisa melobi untuk menurunkan rancangan biaya penerbangan dan ongkos pemondokan haji, Nisa mengatakan kenaikan BPIH tahun ini masih tergolong wajar. DPR masih mentoleransi jika kenaikan antara Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta per jamaah. "Masih ada peluang juga BPIH tidak naik," pungkasnya.



Sementara itu, pihak pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama Republik Indonesia mengatakan bahwa ada kemungkinan BPIH naik sebesar 10%. Demikian berita yang diturunkan oleh Republika Online berikut ini.

REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR- Jelang penetapan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH), Rabu malam (11/4) Kementerian Agama memprediksi ada kenaikan sekitar 10 persen.

"Ada dua hal krusial dalam pembahasan BPIH, harga sewa pemondokan yang melambung tinggi dan harga tiket pesawat," jelas Menteri Agama Suryadharma Ali, Rabu (11/4).

Meski besaran BPIH belum diputuskan, Menag memberi gambaran harga dengan berpatokan pada harga sewa pemondokan dan tarif penerbangan tahun lalu. Jika BPIH ditetapkan sebesar 5500 riyal, harga pemondokan diperkirakan mendapat porsi 3900 riyal. Sementara harga sewa riil tahun lalu sebesar 3150 riyal. Jika tahun ini ditetapkan minimal BPIH sebesar 4700 riyal, misalnya, ada kenaikan 550 riyal.

"Kenaikan sebesar itu masih dapat dipahami karena ada kenaikan subsidi rata-rata 600 riyal hingga 700 riyal per jamaah," ungkap Menag.

Tawar menawar paling alot terjadi di area tarif penerbangan. Maskapai penerbangan Garuda masih mematok harga USD 2263. Artinya, ada kenaikan lebih dari USD 200 dibandingkan tarif tahun lalu yang hanya USD 2020 per jamaah.

"Melihat kondisi tadi, kemungkinan besar BPIH naik sekitar 10 persen. Tapi kita belum tahu kenaikannya berapa karena masih proses finalisasi" pungkasnya.



Memang, angka kenaikan BPIH sebesar 10% itu belum final. Hal ini disebabkan pengumuman besaran BPIH 2012 baru akan dilakukan besok Kamis, 12 April 2012. Sebagaimana diberitakan dalam liputan6.com.



Liputan6.com, Jakarta: Menteri Agama Suryadharma mengatakan akan menyampaikan kemungkinan kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) pada Kamis. Saat ini, masalah tersebut sedang dibahas DPR.

"Kemungkinan akan naik, karena keputusannya saat ini sedang dibahas oleh DPR dan akan disampaikan besok (Kamis) hasilnya," kata Suryadharma saat ditemui usai menghadiri pembukaan Rapat kerja nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di IPB International Convention Center, Bogor, Rabu (11/4).

Pembahasan besaran BPIH memang belum final. Meski begitu, kita boleh tetap berharap BPIH 2012 tidak naik. Kalau pun naik, jangan sampai menjadi beban berat bagi para tamu-tamu Allah yang akan dibanggakan oleh-Nya di hadapan para malaikat dan mustajab doanya. Semoga para jamaah haji diberikan keringanan untuk segera berkunjung ke tanah suci. (RA)

Minggu, 15 April 2012

Tembus 1,7 Juta Jamaah, Antrian Haji Terus Bertambah

Sejak pelaksanaan haji 2011 lalu, geliat pendaftaran haji sudah mulai terlihat ramai. Bahkan, sejak Oktober 2011 hingga 12 Maret 2012, tercatat bahwa Provinsi Jawa Timur menduduki daerah paling banyak angka pendaftarnya, yaitu 358.646 orang calon jamaah haji (CJH). Posisi selanjutnya diduduki Jawa Tengah sebesar 270.763 CJH (daftar tunggu 9 tahun), Jawa Barat sebesar 229.056 CJH (daftar tunggu 6 tahun).

Hingga tanggal 12 Maret 2012, Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama (Kemenag) mencatat panjang antrean calon jamaah haji (CJH) mencapai 1.758.319 orang. Dari jumlah tersebut, 271.117 orang atau sekitar 15 persen diantaranya masuk daftar resiko tinggi (resti) karena berumur lebih dari 60 tahun. Demikian data yang diberikan dalam website yogyakarta.kemenag.go.id.

Sementara itu, republika.co.id-Palembang melaporkan bahwa daftar tunggu untuk calon haji di Kota Palembang, Sumatera Selatan, hingga kini cukup panjang dan sudah sampai pada tahun 2020.

"Sekarang daftar tunggu calon haji di kota ini sampai tahun 2020, bahkan sudah hampir habis," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota setempat, H Rosidin Hasan di Palembang, Jumat (27/1).

Masih dari website yogyakarta.kemenag.go.id., Kepala Bagian Siskohat Kemenag Amin Akkas beranggapan bahwa antrian haji di negeri ini terjadi karena perbandingan antara jumlah pendaftar dengan kuota dari pemerintah Arab Saudi sangat tidak sebanding. Secara umum, dia mengatakan geliat pendaftaran haji mulai naik tidak karuan pada 2008 lalu. Saat itu, antrean CJH membengkak signifikan dari 6.994 CJH pada 2007, lalu menjadi 121.287 CJH pada 2008.

Amin menjelaskan, tugas dari pemerintah saat ini adalah mengelola antrian CJH yang panjang itu. Dia mengatakan, Kemenag sudah memiliki beberapa formulasi pengelolaan CJH. Di antaranya adalah membuat daftar haji usia di atas 60 tahun atau kategori resti (resiko tinggi). “Memanfaatkan kuota tambahan untuk CJH usia lanjut, sudah menjadi terobosan,” kata dia.

Namun, menurut Amin, jumlah kursi yang dialokasikan untuk CJH resti tidak signifikan. Tahun lalu, diperkirakan kuota tambahan yang diberikan Saudi hanya bisa memangkas 3.000 sampai 4.000 CJH resti. Amin berharap, kebijakan memberangkatkan lebih dulu jamaah resti ini berlanjut untuk tahun ini. Sehingga, jamaah yang rata-rata menderita penyakit kronis seperti darah tinggi dan diabetes itu tidak lama-lama antri.

Untuk kuota haji definitif periode 2012, Amin mengatakan masih tetap seperti tahun lalu. Namun, dia mengatakan Kemenag sedang mengagendakan penandatanganan MoU dengan pemerintah Saudi. Isi dari MoU ini adalah, perubahan kuota haji untuk Indonesia. Seperti diketahui, Kuota haji Indonesia 2011 sebanyak 211 ribu kursi. Kemudian, mendapatkan tambahan kuota sebesar 10 ribu kursi.

Efek dana talangan haji

Besarnya antusiasme masyarakat untu mendaftar haji memang tidak bisa dilepaskan dari dana talangan haji yang ditawarkan pihak bank kepada mereka yang punya keinginan untuk naik haji. Terlepas dari pro-kontra kebolehan dana talangan haji ini secara fikihnya, tetapi memang dampak psikologisnya begitu besar dirasakan.

Dengan adanya dana talangan haji, orang yang pada dasarnya belum mampu melaksanakan secara dana bisa mendaftar dengan modal hutang bank. Seperti kita ketahui, syarat untuk bisa mendaftar haji dan mendapatkan nomor porsi di departemen agama yaitu menyetorkan uang sebesar 25 juta rupiah. Namun, dengan adanya hutang bank dalam bentuk dana talangan haji ini, seseorang bisa membayarkan uang pendaftaran tersebut ke departemen agama dan mencicilnya ke bank di kemudian hari.

Akibatnya bisa ditebak, mereka yang sebenarnya lebih punya kemampuan finansial menjadi terhalang keberangkatan hajinya hanya karena terlambat mendaftar dan membayarkan uang untuk nomor porsi haji. Padahal bisa jadi, keterlambatan tersebut hanya karena calon jamaah tersebut ingin menghindari hutang.

Mencari solusi dari kuota haji

Dari berita yang diturunkan oleh sindonews.com, Komisi VIII DPR mendesak Kementerian Agama (Kemenag) kembali mengajukan penambahan kuota haji pada Pemerintah Arab Saudi. Penambahan ini diperlukan mengingat antrian daftar tunggu haji sudah cukup panjang.

Menurut anggota Komisi VIII DPR Muhammad Baghowi mengatakan, masih terbuka peluang bagi Kemenag untuk mengajukan penambahan kuota haji 2012.

Jika dilihat dari ketentuan Organisasi Konferensi Islam (OKI), Indonesia seharusnya memperoleh kuota sebanyak 247.000 jamaah.

Sementara itu, Menteri Agama Suryadharma mengatakan bahwa upaya penambahan jumlah kuota tidak bisa diputuskan sepihak, sebab hal itu sangat bergantung pada kebijakan pemerintah Arab Saudi. Kemenag, ujarnya, sudah berulang kali menyampaikan usulan penambahan kuota haji kepada pemerintah Arab Saudi. Namun, langkah tersebut hingga kini belum disetujui dengan alasan pemerintah Arab Saudi khawatir tidak mampu memberikan pelayanan yang baik bagi jamaah. Meski jumlah daftar tunggu haji terus membengkak, Menag tetap bersikeras menolak usulan pembatasan daftar tunggu, termasuk membatasi jamaah berisiko tinggi.

Memang, haji adalah perkara ibadah seorang manusia kepada Tuhannya. Jangan sampai akibat dari carut-marutnya sistem haji membuat antusiasme masyarakat untuk memenuhi panggilan Tuhannya menjadi terhalang. Perkara seberapa besar antrian calon jamaah haji, setiap pendaftar tentu sudah tahu risiko dan konsekuensinya.

Bagi Anda yang sudah ingin berangkat naik haji, jangan putus asa. Segera daftarkan diri Anda untuk berhaji. Siapa tahu, Anda bisa berangkat lebih dahulu, lebih cepat dari nomor yang tercantum dalam daftar antrian. Banyak contoh mereka yang bisa naik haji lebih cepat karena menggantikan jamaah sebelumnya yang berhalangan berangkat. Di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Jangan putus asa. (RA)

Derita Sakit Ginjal Sembuh di Tanah Suci

Sakit, atau merasa sakit, merupakan salah satu alasan bagi seseorang untuk menunda keberangkatannya naik haji. Setidaknya ada dua bayangan atau pertanyaan yang terbayang.

1. Bagaimana saya bisa melaksanakan ibadah di tanah suci dengan baik jika menderita sakit?

2. Jika uang saya digunakan untuk membayar haji, bagaimana dengan ongkos berobat saya di kemudian hari?

Disadari atau tidak, mungkin ada dari kita yang memiliki anggapan tersebut.

Namun, percaya atau tidak, justru ada pengalaman seorang penderita batu ginjal yang sembuh dari penyakitnya yang bertahun-tahun ketika di tanah suci. Berikut ini merupakan kisah seorang jamaah haji di sebuah kabupaten di Jawa Timur bernama Pak Ahmad (bukan nama sebenarnya).

Pak Ahmad termasuk dalam rombongan haji Tahun 2006 atau 1427 H. Sebelum itu, beliau menderita penyakit kencing batu atau batu ginjal cukup kronis. Beragam upaya medis dan konsumsi obat dokter menjadi menu sehari-hari. Kondisi sakit ini berlangsung cukup lama. Jika kambuh, rasa sakit yang menderanya sangat luar biasa.

Namun, sakit itu bukan menjadi penghalang bagi Pak Ahmad untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Diputuskannya untuk berangkat haji pada tahun 2006 dengan berbekal obat resep dokter. Rasa takut sakitnya kambuh di tanah suci dikalahkan keinginannya yang menggebu untuk menjalankan Rukun Islam kelima di tanah suci.

Dengan diiringi rasa sakit, Pak Ahmad tetap menjalankan aktivitas harian di Masjidil Haram. Jika rasa sakit menyergap, ia pun mengonsumsi obat resep dokter yang dibawanya dari tanah air. Ia tak ingin, rasa sakit itu mengganggu kenikmatannya dalam beribadah.

Suatu saat, ia hendak kembali ke pemondokannya di sektor IV Jawar Taisir setelah beribadah di Masjidil Haram. Namun, rasa sakit karena gangguan ginjalnya kembali kambuh. Ironisnya, obat resep dokter yang telah disiapkan cukup selama di Tanah Suci ternyata sudah habis. Dengan tertatih-tatih ia mencari taksi untuk pulang kembali ke pemondokannya yang berjarak 1,5 km dari Masjidil Haram. Padahal, jika tidak terserang sakit, ia biasa menempuhnya dengan berjalan kaki.

Sesampainya di pemondokan, Pak Ahmad segera ditangani dokter kloter dan perawat medis. Namun, obat untuk kencing batu simpanan kloter tidak tersedia saat itu. Akhirnya, dokter membuatkan resep obat untuk dibeli di apotek rujukan di sekitar sektor Jarwal. Ketua regu dan beberapa teman Pak Ahmad pun berputar untuk mencari obat tersebut.

Sementara menunggu obat datang, Pak Ahmad merintih menahan rasa sakit. Kepanikan pun terjadi ketika beliau mengeluarkan air seni disertai darah yang begitu banyak. Belum berakhir sampai di situ, ketua regu dan teman-temannya yang telah kembali tidak berhasil mendapatkan obat tersebut.

Akhirnya, dengan segala kepasrahan dan keikhlasan atas ujian itu, Pak Ahmad meminum air Zam-Zam yang dibawa dari Masjidil Haram hingga lebih dari 3 liter. Dengan terus berdoa, diminumnya air tersebut hingga tidak mampu meminumnya lagi. Pak Ahmad pun beristirahat di pembaringan sambil terus berdoa dan menahan rasa sakit. Sementara air seni bercampur darah terus keluar.

Setelah 30 menit berlalu, Pah Ahmad minta diantar ke kamar mandi. Dengan tertatih menahan sakit, beliau dipapah oleh rekan-rekannya menuju ke kamar mandi yang terletak di ujung kamar. Selang beberapa saat setelah Pak Ahmad masuk ke dalam kamar mandi, tiba-tiba terdengar suara keras. BLETAAKK..! Seperti suara sesuatu menabrak dinding kamar mandi. Apa yang terjadi?

Subhanallah! Terdengar Pak Ahmad berteriak dari dalam kamar mandi. Teman-temannya yang berada di luar kamar mandi menjadi bingung. Apa yang terjadi?

Beberapa saat kemudian Pak Ahmad keluar sambil berlinangan air mata, tetapi tersenyum bahagia. Adapun tangannya menggenggam batu sebesar jempol kaki orang dewasa. Ya, itulah batu yang menimbulkan suara keras tadi.

“Subhanallah...Allahu Akbar... ,” begitulah ucap Pak Ahmad berkali-kali meneriakkan kalimat thoyyibah sambil menunjukkan batu seukuran jempol kaki itu. Itulah batu ginjal yang selama ini bersarang di ginjalnya selama bertahun-tahun. Di dalam kamar, Pak Ahmad pun bersujud syukur atas karunia dan keajaiban yang beliau rasakan.

Semua teman-temannya yang ada di kamar takjub, merinding, dan tidak bisa berkata apa-apa. Hanya kalimat thayyibah yang terus keluar dari mulut mereka melihat kejadian yang menakjubkan ini. Sejak saat itu, hilang pula rasa sakit yang selalu diderita Pak Ahmad selama ini.

Pak Ahmad pun bercerita bahwa saat mengeluarkan air seni, tiba-tiba terdengan suara yang begitu keras menabrak dinding kamar mandi. Setengah tidak percaya, dicarinya apa yang terlempar tadi. Subhanallah, ternyata batu ginjalnya. Hal menakjubkan selain itu adalah tidak munculnya rasa sakit ketika batu itu keluar.

Itulah keajaiban haji. Itu pula keajaiban air zam-zam yang ada di tanah suci. Semuanya sudah disabdakan lewat lisan Nabi Muhammad saw yang diberkahi.

Dari Abdullah Ibnu Umar r.a, Rasulullah saw bersabda:

“Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang haji dan orang yang umrah, adalah tamu Allah. Dia memanggil mereka, maka mereka pun menjawab (panggilan)-Nya. Dan mereka memohon kepada-Nya, Dia pun memberikan permohonan mereka.” (HR. Ath Thabrani dan Ibnu Hibban)

Disebutkan oleh As Suyuthi dari hadis Ibnu Abbas, dan HR. Al Hakim dan Ad Daruquthni bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Air zam-zam itu berkhasiat sesuai dengan apa yang diniatkan. Jika engkau meminumnya dengan niat meminta kesembuhan maka Allah akan menyembuhkanmu, dan jika engkau meminumnya dengan niat agar dahagamu hilang maka Allah akan menghilangkan dahagamu. Ia adalah galian Jibril dan siraman Allah kepada Ismail.”

Jadi, jangan takut lagi untuk naik haji. Jangan pula rela untuk menunggu berlama-lama. Wujudkan segera niat kita untuk naik haji. Semoga Allah memberkahi. (RA)

Jumat, 13 April 2012

Agar Sedekah Haji Kita Diterima

Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Nabi saw. bersabda, “Ketika seorang hamba berada pada waktu pagi, dua malaikat akan turun kepadanya, lalu salah satu berkata, ‘Ya Allah, berilah pahala kepada orang yang menginfakkan hartanya.’ Kemudian malaikat yang satu berkata, ‘Ya Allah, binasakanlah orang-orang yang bakhil.” (Muttafaq ‘Alaih).

Saya ingin sekali naik haji, tapi...saya juga tidak punya harta yang bisa disedekahkan. Jika mitra haji dan umrah sudah membaca artikel “Kisah Sekuriti Menghajikan Ibunya”, tentu mengetahui kondisi seperti ini, yang dialami oleh sang sekuriti. Ada sebuah hadits yang terkait dengan masalah ini.

Tiap muslim wajib bersedekah. Para sahabat bertanya, “Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?” Nabi Saw menjawab, “Bekerja dengan keterampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu bersedekah.” Mereka bertanya lagi. Bagaimana kalau dia tidak mampu?” Nabi menjawab: “Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi menjawab: “Menyuruh berbuat ma’ruf.” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi Saw menjawab, “Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad)

Sedekah memang ajaib karena dengan sedekah seseorang bisa mendekatkan diri kepada Allah swt dan diterima peromohonannya. Namun, ada sedekah yang tidak memberi manfaat apa pun, bahkan membuat rugi pelakunya. Beberapa hal yang bisa membuat keutamaan sedekah menjadi “cacat” di antaranya sebagai berikut.

1. Mengungkit-ungkit pemberian atau apa yang pernah disedekahkannya

Dari Abu Dzar, ia berkata, Rasulullah saw bersabda:

“Ada tiga golongan yang tidak akan mendapat tegur sapa dari Allah swt pada hari kiamat, tidak (pula) menyucikan mereka, dan bagi mereka azab yang pedih.” Lalu, Rasulullah saw membaca ayat ke-77 dari surat Ali Imran sebanyak tiga kali.”

Abu Dzar berkata, “Tiga golongan itu akan tertipu dan merugi, wahai Rasulullah! Siapakah mereka itu?” Rasulullah menjawab, “(Yaitu), orang yang memanjangkan pakaiannya karena sombong, orang yang menyebut-nyebut pemberiannya, dan orang yang menawarkan barang dagangannya dengan sumpah palsu.” (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibnu Majah)

Adapun ayat yang dimaksud yaitu:

“Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.” (TQS. Ali Imran: 77)

2. Bersedekah dengan harta haram

“Janganlah kamu mengagumi orang yang terbentang kedua lengannya menumpahkan darah. Di sisi Allah, ia adalah pembunuh yang tidak mati. Jangan pula kamu mengagumi orang yang memperoleh harta dari yang haram. Sesungguhnya, apabila ia menafkahkannya atau bersedekah maka tidak akan diterima oleh Allah. Dan apabila disimpan maka hartanya tidak akan berkah. Bila tersisa pun maka hartanya akan menjadi bekalnya di neraka.” (HR. Abu Dawud)

3. Bersedekah dengan barang yang buruk atau cacat

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik., dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan, janganlah kamu memilih yang buruk-buruk, lalu kamu menafkahkan darinya. Padahal, kamu sendiri tidak mau mengambilnya, melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan, ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (TQS. Al Baqarah [2]: 267)

4. Menyakiti perasaan si penerima sedekah

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.” (TQS. Al Baqarah [2]: 263)

5. Sombong dan ingin dipuji

“Dan, janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong), dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (TQS. Lukman [31]: 18)

Lalu, bagaimana seharusnya kita bersedekah? Nah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat bersedekah, selain menghindarkan diri dari hal-hal sebelumnya.

1. Tidak menunda-nunda waktu sedekah

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata bahwa seseorang telah bertanya kepada Nabi saw., “Ya Rasulullah, sedekah yang bagaimanakah yang paling besar pahalanya?” Rasulullah saw. bersabda, “Bersedekah pada waktu sehat, takut miskin, dan sedang berangan-angan menjadi orang yang kaya. Janganlah kamu memperlambatnya sehingga maut tiba, lalu kamu berkata, ‘Harta untuk Si Fulan sekian, dan untuk Si Fulan sekian, padahal harta itu telah menjadi milik Si Fulan (ahli waris).” (HR. Bukhari - Muslim)

2. Mengutamakan orang yang menjadi tanggungan

Dari Abu Umamah r.a., Nabi saw. bersabda, “Wahai anak Adam, seandainya engkau berikan kelebihan dari hartamu, yang demikian itu lebih baik bagimu. Dan seandainya engkau kikir, yang demikian itu buruk bagimu. Menyimpan sekadar untuk keperluan tidaklah dicela, dan dahulukanlah orang yang menjadi tanggung jawabmu.” (HR. Muslim)

3. Mengutamakan kerabat dekat yang bersikap memusuhi

Sedekah paling afdhol ialah yang diberikan kepada keluarga dekat yang bersikap memusuhi. (HR. Ath-Thabrani dan Abu Dawud)

Nah, itulah beberapa kita yang perlu dilakukan dan dihindari pada saat bersedekah. Jangan sampai keutamaan sedekah kita menjadi hilang dan kita tidak dapat meraihnya. (RA)

Agar Sedekah Haji Kita Diterima