Jumlah kuota jamaah haji Indonesia yang pada tahun ini totalnya 221.000 orang, masih berpeluang untuk ditingkatkan pada musim haji tahun depan.
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Abdurrahman Mohammad Amin Al-Khayyat, yang mengungkapkan peluang peningkatan kuota itu . Dengan kuota haji 221.000 tahun ini, masih terjadi antrean panjang dalam daftar tunggu (waiting list) calon jamaah haji di Indonesia.
Jumlah kuota 221.000 jamaah haji itu merupakan jumlah berdasarkan kuota dasar, dan setelah ditambah tenaga pendukung yang dikirimkan Pemerintah Indonesia, maka visa haji yang dikeluarkan tahun ini mencapai 224.500.
Menurut Dubes Arab Saudi, kuota 221.000 yang diberikan Kementerian Urusan Haji Arab Saudi bagi Indonesia itu berdasarkan perhitungan 10 persen dari seluruh penduduk Indonesia.
Walaupun jumlah kuota yang diberikan kepada Indonesia sekarang sudah yang terbesar diantara negara-negara lain di dunia, peluang peningkatan kuota masih ada asalkan diusulkan dengan dilengkapi data terakhir jumlah penduduk.
“Oleh karena itu, jika Kementerian Agama RI bisa meyakinkan Kementerian Urusan Haji kami dengan mengajukan bukti data terakhir tentang jumlah total penduduk Indonesia, maka bukan mustahil pemerintah kami akan bisa menaikkan kuota jamaah haji Indonesia,” kata Dubes Al-Khayyat.
Menurut Al-Khayyat, selain dari jumlah, jamaah haji Indonesia juga dikenal oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sebagai jamaah paling santun, dan dari sisi penyelenggaraan manajemennya oleh Kementerian Agama RI diakui sebagai paling rapih dan efisien.
Al-Khayyath menjelaskan, pemerintah Arab Saudi terus berupaya meningkatkan pelayanan ibadah dalam berbagai aspeknya dengan memaksimalkan semua upaya dan potensi yang dimiliki.'Kami salalu berupaya meningkatkan pelayanan karena ini adalah perintah langsung dari Yang Mulia Pelayan Dua Kota Suci Raja Abdullah bin Abdul Aziz Al-Suud,” Katanya.
Tentang sukses besar penyelenggaraan haji tahun ini, Dubes mengatakan, upaya ini tidak lepas dari kerjasama intensif dan dukungan yang terbina dengan baik dengan Pemerintah Republik Indonesia melalui Departemen Agama.
“Adalah kebanggaan bagi kami ketika mendengar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Agama Suryadharma Ali sendiri menyatakan penghargaan terhadap upaya kami itu,” tambahnya.
Dalam menerbitkan 224.500 visa haji tahun ini, Kantor Konsuler Kedubes Arab Saudi bekerja siang malam selama 12 jam, dan masih ditambah waktu libur kerja. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi juga telah mengirimkan sedikitnya 20 stafnya dari Riyadh untuk membantu Kantor Konsuler Jakarta.
Peningkatan pelayanan ini tercermin dari berbagai langkah yang telah ditempuh, antara lain perluasan areal masjidil haram, peningkatan keamanan, pelayanan dan fasilitas umum, seperti transportasi, tempat tinggal, dan lainnya.
Disediakan pula jembatan berlantai lima untuk melempar jumrah di Jamarat Mina, pelayanan baru kesehatan secara gratis, serta dikerahkannya 15 helikopter pemantau.
Pemerintah Arab Saudi juga sudah renovasi sumur zamzam agar airnya dapat mudah dinikmati oleh jamaah haji.
Yang istimewa pada pelaksanaan ibadah haji pada tahun ini adalah disediakannya fasilitas baru berupa Monorail Masyair yang menghubungkan Armina (Arafah-Muzdalifah-Mina). Monorail Masyair ini sangat membantu untuk menghindari kemacetan dua juta jamaah di kawasan Armina.
Proyek pengadaan Monorail Masyair ini menghabiskan dana sekitar 6,5 milyar real Saudi, dan diharapkan dapat mengangkut sekitar 72 ribu jamaah dalam satu jam. Namun, kapasitas yang dapat difungsikan baru sekitar 30 persen pada tahun ini, dan baru dapat dioperasikan dalam kapasitas penuh pada tahun depan, insya Allah.
“Insya Allah, pada musim haji tahun depan, monorail sudah akan operasional 100 persen,” demikian Dubes Al-Khayyat.
Link Tentang : Umrah dan Haji 2012
Kami menyediakan kuota haji plus depag RI Cheria Wisata Tour Travel
Jumat, 26 November 2010
Travel Haji Dan Umroh Murah

PT Happy Prima Wisata melayani paket haji khusus dan umroh plus dengan ongkos,harga atau biaya murah. Paket haji mulai $6500 dengan fasilitas bintang 4 dan paket Umrah plus mulai harga $1750.
Tips Sehat dan Bugar Saat Naik Haji
Badriah, 49 tahun, bahagia bukan kepalang. Sepekan lagi wanita yang bekerja sebagai pengajar di Jakarta ini akan menunaikan rukun Islam yang kelima, yaitu naik haji. Namun ada satu hal yang mengganggu pikirannya.
“Saya ini sering buang air kecil. Saya khawatir nanti bagaimana saya ketika menunaikan ibadah haji?” kata Badriah dalam sesi tanya jawab di forum simposium Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Kamis (14/10).
Dono Antono, dokter kloter yang pernah bertugas pada 2004 ini meminta Badriah untuk tidak terlalu khawatir. Dokter yang bertugas di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ini menyarankan Badriah untuk berolahraga sebelum berangkat naik haji. “Seperti jalan atau senam yang bisa membantu otot panggul,” kata Dono.
Selain olahraga, ada banyak persiapan yang mesti dilakukan oleh jemaah haji yang akan berangkat ke negeri yang cuacanya jauh berbeda dengan Indonesia. Tri Juli Edi Tarigan membagi persiapan yang perlu dilakukan sebelum berangkat naik haji dalam tiga bagian.
Persiapan pertama adalah persiapan mental dan spiritual, seperti merapikan aqidah, memperbaiki ibadah, dan memperhatikan mempraktikkan matinul kunul (seperti tidak melakukan ghibah, tidak dusta, tidak takabur, dan belajar sabar).
Belajar sabar, kata Tri Juli, sangat penting dipersiapkan sebelum berangkat ke Arab Saudi. “Karena di sana di mana-mana ngantri. Ke toilet, makan, semua ngantri,” kata Tri Juli.
Persiapan kedua adalah persiapan akal seperti mengetahui hukum-hukum haji dan melakukan manasik (simulasi). Dan persiapan ketiga adalah persiapan fisik.
Persiapan fisik yang perllu dilakukan, kata Tri Juli, adalah berjalan kaki selama 30 menit sehari, minimal tiga kali dalam seminggu. Olah raga berjalan kaki ini paling lambat mulai dilakukan sejak sebulan sebelum keberangkatan. “Supaya nanti kaki enggak pegal-pegal. Coba juga untuk sesekali berjalan di bawah panas terik matahari supaya nanti terbiasa,” kata Tri Juli.
Tri Juli juga menyarankan calon jemaah haji untuk menghindari keramaian jika tidak perlu dan tidak usah membawa barang banyak-banyak. “Bawalah tas kecil untuk membawa tempat minum, sandal, dan handuk kecil,” kata Tri Juli.
Saat pemeriksaan kesehatan di Indonesia, Tri Juli mengingatkan calon jemaah haji untuk terbuka pada petugas kesehatan. “jangan ngumpetin penyakit karena akan menyulitkan nantinya. Kala uterus terang, dokter kloter justru bisa mengawasi di sana,” ujar Tri Juli.
Sementara itu Iris Rengganis, dokter dari Divisi Imunologi Klinik di RSCM, mengingatkan calon jemaah haji untuk melakukan vaksinasi paling lambat dua minggu sebelum keberangkatan. Vaksinasi yang wajib dilakukan adalah vaksinasi meningitis yang memiliki imunitas hingga tiga tahun.
Meningitis adalah radang selaput otak yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit yang kebanyakan berasal dari Afrika ini memang jarang ditemukan di Indonesia. “Tapi kan di sana jemaah haji datang dari berbagai bangsa, jadi mesti dicegah,” ujar dokter berkerudung ini.
Vaksinasi yang biasa dilakukan oleh jemaah haji adalah vaksinasi influenza. Tidak seperti Malaysia yang mewajibkan vaksinasi ini, pemerintah Indonesia hanya menganjurkan calon jemaah haji untuk divaksin influenza.
Namun Iris menganjurkan sebaiknya calon jemaah haji melakukan vaksinasi influenza. Vaksinasi ini memang tidak 100 persen mencegah influenza. “Hanya 70-90 persen. Jadi walau sudah divaksin, tetap kena flu, tapi tidak terlalu berat,” kata Iris. Imunitas vaksin ini bertahan hingga satu tahun.
Iris yang juga pernah bertugas sebagai dokter kloter mengingatkan calon jemaah haji untuk selalu memakai masker, baik di cuaca dingin maupun cuaca panas. Iris juga menyarankan calon jemaah haji untuk selalu mengkonsumsi makanan sehat.
Sejak Oktober, cuaca di Arab Saudi diperkirakan sudah memasuki musim dingin. Suhu di sana bisa mencapai di bawah 0 derajat Celcius. Berikut tips agar kulit tetap sehat saat naik haji:
- Memakai krim pelembab.
(Krim yang bagus adalah krim buatan Arab. Jadi lebih baik belilah krim di Arab Saudi).
- Tidak usah mandi terlalu sering, cukup sekali dalam sehari. Jangan mandi memakai air panas.
- Gunakan sabun dengan pH netral, jangan gunakan sabun antiseptik.
Meskipun suhu dingin, namun pada siang hari, udara di Arab seringkali kering. Udara yang kering ini sangat berisiko menyebabkan hidung mimisan.
Berikut tips menghindari mimisan:
- Pakailah masker yang terbuat dari kain sehingga masker bisa dibasahi dengan air zam zam supaya kelembaban hidung terjaga.
- Banyak minum dan makan buah dan sayuran. (Buah sangat murah di Arab)
- Konsumsi vitamin.
- Jangan mengorek-ngorek hidung.
“Saya ini sering buang air kecil. Saya khawatir nanti bagaimana saya ketika menunaikan ibadah haji?” kata Badriah dalam sesi tanya jawab di forum simposium Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Kamis (14/10).
Dono Antono, dokter kloter yang pernah bertugas pada 2004 ini meminta Badriah untuk tidak terlalu khawatir. Dokter yang bertugas di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ini menyarankan Badriah untuk berolahraga sebelum berangkat naik haji. “Seperti jalan atau senam yang bisa membantu otot panggul,” kata Dono.
Selain olahraga, ada banyak persiapan yang mesti dilakukan oleh jemaah haji yang akan berangkat ke negeri yang cuacanya jauh berbeda dengan Indonesia. Tri Juli Edi Tarigan membagi persiapan yang perlu dilakukan sebelum berangkat naik haji dalam tiga bagian.
Persiapan pertama adalah persiapan mental dan spiritual, seperti merapikan aqidah, memperbaiki ibadah, dan memperhatikan mempraktikkan matinul kunul (seperti tidak melakukan ghibah, tidak dusta, tidak takabur, dan belajar sabar).
Belajar sabar, kata Tri Juli, sangat penting dipersiapkan sebelum berangkat ke Arab Saudi. “Karena di sana di mana-mana ngantri. Ke toilet, makan, semua ngantri,” kata Tri Juli.
Persiapan kedua adalah persiapan akal seperti mengetahui hukum-hukum haji dan melakukan manasik (simulasi). Dan persiapan ketiga adalah persiapan fisik.
Persiapan fisik yang perllu dilakukan, kata Tri Juli, adalah berjalan kaki selama 30 menit sehari, minimal tiga kali dalam seminggu. Olah raga berjalan kaki ini paling lambat mulai dilakukan sejak sebulan sebelum keberangkatan. “Supaya nanti kaki enggak pegal-pegal. Coba juga untuk sesekali berjalan di bawah panas terik matahari supaya nanti terbiasa,” kata Tri Juli.
Tri Juli juga menyarankan calon jemaah haji untuk menghindari keramaian jika tidak perlu dan tidak usah membawa barang banyak-banyak. “Bawalah tas kecil untuk membawa tempat minum, sandal, dan handuk kecil,” kata Tri Juli.
Saat pemeriksaan kesehatan di Indonesia, Tri Juli mengingatkan calon jemaah haji untuk terbuka pada petugas kesehatan. “jangan ngumpetin penyakit karena akan menyulitkan nantinya. Kala uterus terang, dokter kloter justru bisa mengawasi di sana,” ujar Tri Juli.
Sementara itu Iris Rengganis, dokter dari Divisi Imunologi Klinik di RSCM, mengingatkan calon jemaah haji untuk melakukan vaksinasi paling lambat dua minggu sebelum keberangkatan. Vaksinasi yang wajib dilakukan adalah vaksinasi meningitis yang memiliki imunitas hingga tiga tahun.
Meningitis adalah radang selaput otak yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit yang kebanyakan berasal dari Afrika ini memang jarang ditemukan di Indonesia. “Tapi kan di sana jemaah haji datang dari berbagai bangsa, jadi mesti dicegah,” ujar dokter berkerudung ini.
Vaksinasi yang biasa dilakukan oleh jemaah haji adalah vaksinasi influenza. Tidak seperti Malaysia yang mewajibkan vaksinasi ini, pemerintah Indonesia hanya menganjurkan calon jemaah haji untuk divaksin influenza.
Namun Iris menganjurkan sebaiknya calon jemaah haji melakukan vaksinasi influenza. Vaksinasi ini memang tidak 100 persen mencegah influenza. “Hanya 70-90 persen. Jadi walau sudah divaksin, tetap kena flu, tapi tidak terlalu berat,” kata Iris. Imunitas vaksin ini bertahan hingga satu tahun.
Iris yang juga pernah bertugas sebagai dokter kloter mengingatkan calon jemaah haji untuk selalu memakai masker, baik di cuaca dingin maupun cuaca panas. Iris juga menyarankan calon jemaah haji untuk selalu mengkonsumsi makanan sehat.
Sejak Oktober, cuaca di Arab Saudi diperkirakan sudah memasuki musim dingin. Suhu di sana bisa mencapai di bawah 0 derajat Celcius. Berikut tips agar kulit tetap sehat saat naik haji:
- Memakai krim pelembab.
(Krim yang bagus adalah krim buatan Arab. Jadi lebih baik belilah krim di Arab Saudi).
- Tidak usah mandi terlalu sering, cukup sekali dalam sehari. Jangan mandi memakai air panas.
- Gunakan sabun dengan pH netral, jangan gunakan sabun antiseptik.
Meskipun suhu dingin, namun pada siang hari, udara di Arab seringkali kering. Udara yang kering ini sangat berisiko menyebabkan hidung mimisan.
Berikut tips menghindari mimisan:
- Pakailah masker yang terbuat dari kain sehingga masker bisa dibasahi dengan air zam zam supaya kelembaban hidung terjaga.
- Banyak minum dan makan buah dan sayuran. (Buah sangat murah di Arab)
- Konsumsi vitamin.
- Jangan mengorek-ngorek hidung.
Kiat Memilih Mitra Penyelenggara Travel Haji Dan Umroh
Banyaknya penyelenggara ibadah haji dan umroh ternyata tidak serta merta memudahkan para calon tamu Allah untuk pergi ke tanah suci. Seringkali kita dengar kabar yang kurang baik tentang calon tamu Allah misalnya: gagal atau batal berangkat, program tidak sesuai dengan harapan,pembimbing ibadah haji dan umroh yang aqidahnya menyimpang, dan hal-hal lain yang merugikan para calon tamu Allah.
Merujukan pada pengalaman-pengalaman tersebut, kita sebagai calon tamu Allah mesti pandai untuk menentukan mitra penyelenggara. Berikut ini beberapa hal yang dapat dijadikan rujukan untuk memilih mitra penyelenggara :
1. Legalitasnya
2. Program Ibadah Haji dan Umrah merujuk seperti yang dicontohkan Rasulullah Saw.
3. Program yang sesuai dengan keinginan dan harapan kita.
4. Pembimbing ibadahnya yang sesuai syariat Islam.
5. Pihak penyelenggara memiliki program nilai plus dibalik penyelenggaraan ibadah haji maupun umroh.
Demikian disampaikan semoga ini menjadi poin penting bagi calon tamu Allah untuk menentukan pilihan mitra penyelenggara ibadah haji dan umroh atau setidaknya bisa menentramkan hati para calon tamu Allah yang telah mendaftar kan diri pada pihak penyelenggara yang benar.
Merujukan pada pengalaman-pengalaman tersebut, kita sebagai calon tamu Allah mesti pandai untuk menentukan mitra penyelenggara. Berikut ini beberapa hal yang dapat dijadikan rujukan untuk memilih mitra penyelenggara :
1. Legalitasnya
2. Program Ibadah Haji dan Umrah merujuk seperti yang dicontohkan Rasulullah Saw.
3. Program yang sesuai dengan keinginan dan harapan kita.
4. Pembimbing ibadahnya yang sesuai syariat Islam.
5. Pihak penyelenggara memiliki program nilai plus dibalik penyelenggaraan ibadah haji maupun umroh.
Demikian disampaikan semoga ini menjadi poin penting bagi calon tamu Allah untuk menentukan pilihan mitra penyelenggara ibadah haji dan umroh atau setidaknya bisa menentramkan hati para calon tamu Allah yang telah mendaftar kan diri pada pihak penyelenggara yang benar.
Kamis, 25 November 2010
Video Tips Persiapan Pergi Haji
Berikut Video Tips Persiapan Pergi Haji dan Bagaimana Memilih Travel
Rabu, 24 November 2010
Tempat Menarik di Saudi
Jika ada waktu lebih setelah menunaikan haji, maka aa delapan tempat wisata menarik di Arab Saudi yang layak Anda kunjungi.
Berikut adalah kedelapan tempat menarik itu:
1. Situs Arkeologi Al-Hijr (Madain Shalih). Ini adalah situs arkeologi pra Islam di sektor Al-Ula. Tempat itu juga dikenal Mada'in Saleh atau kotanya nabi Shaleh AS yang dibangun oleh kaum Tsamud.
2. Kota Tua Jeddah. Ini adalah rangkaian bangunan tradisional dan rumah-rumah bertingkat pedagang yang mencerminkan identitas budaya Saudi.
3. Riyadh adalah ibukota Saudi Arabia yang adalah daerah yang mempunyai tempat hiburan, museum dan olah raga paling lengkap.
4. Dataran Tinggi Nejd. Ini adalah tempat tinggal suku asli Arab atau Badui yang masih tinggal di gurun dan berpindah-pindah.
5. Resort Abha. Adalah tempat wisata di provinsi Asir yang menjadi magnetis bagi wisatawan karena acara olah raga, seni pertunjukan, dan konser musik senantiasa hadir di sini. Di kota tersebut juga terdapat Istana Shadda yang dibangun pada 1820 dan kini menjadi museum.
6. Hira adalah gua di Gunung Jabal Nur, sekitar 2 mil dari Mekah. Gua ini adalah tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu kenabian yang pertama.
7. Masjid Nabawi. Adalah masjid suci di kota Madinah, di mana Nabi Muhammad SAW dimakamkan.
8. Terakhir, tentu saja Mesjid Al-Haram. Selain sebagai tempat Anda berhaji dan beribadah, mesjid ini tidak pelak menjadi juga tempat Anda bisa mengagumi banyak hal di luar ibadah dan Islam. Jadi, selesai berhaji, jangan cepat-cepat meninggalkan mesjid ini.
travel haji
travel haji umrah
travel haji umroh
travel haji dan umroh
travel haji dan umrah
travel haji & umroh
travel haji plus
tour and travel haji
travel haji jakarta
travel haji 2011
travel haji dan umroh jakarta
travel haji khusus
travel haji plus 2011
Jemaah Haji Terlantar Di Jeddah Hingga 30 Jam
Jemaah Haji Khusus Akan Tuntut Garuda
Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji menuntut pihak Garuda Indonesia agar menanggung sepenuhnya biaya transportasi dan akomodasi para jemaah yang telantar di Jeddah, menyusul molornya jadwal kepulangan mereka ke Tanah Air hingga lebih dari 20 jam. Jika tuntutan itu tidak dipenuhi, tidak tertutup kemungkinan akan dimajukan tuntutan secara hukum.
Sejak Sabtu hingga Selasa (23/11/2010), baru sekitar 2.000 jemaah bisa diangkut pihak Garuda. Rombongan jemaah dari biro penyelenggara haji dan umrah Mega Citra, misalnya, baru diberangkatkan setelah lebih dari 30 jam terkatung-katung di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.
Penundaan penerbangan-penerbangan awal pemulangan jemaah tersebut berakibat pada penundaan jadwal-jadwal berikut, yang membuat antrean jemaah yang akan dipulangkan kian panjang. "Yang kami minta sesungguhnya bukan ganti rugi dalam bentuk uang, tapi penyediaan akomodasi dan transportasi selama masa menunggu, termasuk hotel tempat menginap sementara," kata Baluki Ahmad, Ketua Himpunan Penyelenggara Umrah & Haji (Himpuh), kepada Kompas dan Tempo di Madinah.
Sejauh ini pihak Garuda menjanjikan hanya memberi semacam "ganti rugi" 180 riyal Saudi kepada tiap jemaah. Padahal, menurut Djadjang Sudradjat dari Marwah Tour & Travel, pada saat seperti sekarang tarif hotel melati di Jeddah saja 300 riyal Saudi per malam. Belum lagi untuk makan dan penyediaan transportasi, yang semua harus dihitung ulang akibat penundaan kepulangan.
Pihak Garuda di Jeddah yang dihubungi wartawan via telepon dari Madinah belum bersedia berkomentar. "Kami ini sudah terjadwal secara ketat. Sekarang ini tidak ada hotel yang bisa diperpanjang karena hari berikutnya sudah dipesan orang lain. Menurut perhitungan sementara, dengan 245 orang jemaah yang kami bawa, biaya tambahan yang mesti dikeluarkan sekitar 20.000 dollar AS," kata Djadjang, yang juga adalah Wakil Ketua Himpuh.
Baik Baluki maupun Djadjang juga mengeluhkan buruknya pelayanan Garuda secara keseluruhan. Meski tarif angkutan haji Jakarta-Jeddah dan sebaliknya jauh lebih mahal dibandingkan rute ke Eropa, tetapi pelayanan yang diberikan pihak Garuda dinilai jauh dari memadai.
"Pelayanan Garuda sangat minim, padahal ongkos yang ditarik hingga 1.800 dollar AS per jemaah. Sementara untuk rute ke Eropa—juga ke Jepang dan Australia—pada saat masa puncaknya saja paling mahal 1.200 dollar AS, pelayanan yang diberikan Garuda bukan main," kata Djadjang, yang pernah bekerja di Garuda sebagai GM Garuda di Jeddah pada 1990-1992.
Sejak Sabtu hingga Selasa (23/11/2010), baru sekitar 2.000 jemaah bisa diangkut pihak Garuda. Rombongan jemaah dari biro penyelenggara haji dan umrah Mega Citra, misalnya, baru diberangkatkan setelah lebih dari 30 jam terkatung-katung di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.
Penundaan penerbangan-penerbangan awal pemulangan jemaah tersebut berakibat pada penundaan jadwal-jadwal berikut, yang membuat antrean jemaah yang akan dipulangkan kian panjang. "Yang kami minta sesungguhnya bukan ganti rugi dalam bentuk uang, tapi penyediaan akomodasi dan transportasi selama masa menunggu, termasuk hotel tempat menginap sementara," kata Baluki Ahmad, Ketua Himpunan Penyelenggara Umrah & Haji (Himpuh), kepada Kompas dan Tempo di Madinah.
Sejauh ini pihak Garuda menjanjikan hanya memberi semacam "ganti rugi" 180 riyal Saudi kepada tiap jemaah. Padahal, menurut Djadjang Sudradjat dari Marwah Tour & Travel, pada saat seperti sekarang tarif hotel melati di Jeddah saja 300 riyal Saudi per malam. Belum lagi untuk makan dan penyediaan transportasi, yang semua harus dihitung ulang akibat penundaan kepulangan.
Pihak Garuda di Jeddah yang dihubungi wartawan via telepon dari Madinah belum bersedia berkomentar. "Kami ini sudah terjadwal secara ketat. Sekarang ini tidak ada hotel yang bisa diperpanjang karena hari berikutnya sudah dipesan orang lain. Menurut perhitungan sementara, dengan 245 orang jemaah yang kami bawa, biaya tambahan yang mesti dikeluarkan sekitar 20.000 dollar AS," kata Djadjang, yang juga adalah Wakil Ketua Himpuh.
Baik Baluki maupun Djadjang juga mengeluhkan buruknya pelayanan Garuda secara keseluruhan. Meski tarif angkutan haji Jakarta-Jeddah dan sebaliknya jauh lebih mahal dibandingkan rute ke Eropa, tetapi pelayanan yang diberikan pihak Garuda dinilai jauh dari memadai.
"Pelayanan Garuda sangat minim, padahal ongkos yang ditarik hingga 1.800 dollar AS per jemaah. Sementara untuk rute ke Eropa—juga ke Jepang dan Australia—pada saat masa puncaknya saja paling mahal 1.200 dollar AS, pelayanan yang diberikan Garuda bukan main," kata Djadjang, yang pernah bekerja di Garuda sebagai GM Garuda di Jeddah pada 1990-1992.
Langganan:
Postingan (Atom)